Bipolar bisa mengganggu keutuhan rumahtangga, karena itu sebaiknya waspadai gejala bipolar pada pasangan Anda. Sayangnya, tak banyak orang yang mengetahui gejala bipolar ini sejak awal. Akibatnya kehidupan rumahtangga pun tak lagi harmonis.

Mengenali Gejala Bipolar
Bipolar adalah gangguan jiwa yang bercirikan adanya perubahan suasana hati, energi, pikiran dan perilaku yang sangat dramatis di suatu waktu tertentu. Misalnya saja, jika seseorang yang mengalami gangguan bipolar sedang merasa senang maka ia akan merasa sangat senang dan menunjukkan perilaku yang berlebihan. Sedangkan bila sedang bersedih, maka ia akan merasa amat sedih hingga nyaris putus asa. Keadaan ini tak lain dipicu adanya gangguan neurotransmitter pada otak yang memiliki fungsi menjaga keseimbangan.
Gangguan bipolar ini bisa dialami siapa saja, namun biasanya kaum wanita lebih sering terkena gangguan ini. Biasanya gejala bipolar ini mulai dirasakan saat seseorang berusia lebih dari 16 tahun. Lantas mengapa bipolar bisa mengganggu kehidupan rumahtangga? Ada beberapa hal yang dilakukan penderita ganggguan bipolar yang bisa mengganggu kehidupan berumahtangga. Berikut ini beberapa contohnya.
- Pada penderita bipolar yang sedang mengalami gejala mania atau merasa senang yang berlebihan, maka penderita tanpa ragu akan menyampaikan rasa senangnya kepada lawan jenisnya. Sebagian penderita bipolar ringan masih bisa menahan diri untuk sekedar menyatakan rasa suka dan berkencan. Namun ada pula penderita bipolar berat yang tak bisa lagi menahan diri untuk berhubungan intim dengan seseorang yang disukainya. Karena itulah waspadai gejala bipolar pada pasangan Anda.
- Saat berada dalam gejala mania, seorang yang mengalami gangguan bipolar juga akan memiliki energi yang berlebihan sehingga ia banyak melakukan kegiatan di luar rumah, enggan untuk tidur, suka menghambur-hamburkan uang, dan mengemudi dengan kencang di jalan raya.
- Sebaliknya ketika sedang berada pada gejala disforia, maka seorang penderita bipolar akan cepat marah, mudah tersinggung, depresi, bingung dan cemas sehingga sulit diajak untuk berkomunikasi.
- Ketika seorang penderita bipolar mengalami gejala disforia, ia cenderung berada di dalam rumah terus menerus. Keadaan ini tentu akan menyusahkan pasangan hidupnya yang membutuhkan kehadiran pendamping di acara-acara tertentu.
Pengobatan Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar ini bisa terjadi seumur hidup. Mengingat efek-efek yang ditimbulkan oleh gangguan ini, maka sebaiknya penderita gangguan bipolar harus segera mendapatkan pengobatan. Pengobatan yang dilakukan pada penderita bipolar meliputi pengobatan dengan pemberian obat-obatan dan juga terapi psikoedukasi. Pengobatan ini bisa berlangsung dua bulan hingga enam bulan bergantung sepenuhnya pada keinginan pasien untuk sembuh. Berikut ini pengobatan yang biasanya dilakukan para penderita gangguan bipolar :
- Pemberian obat-obatan
Pemberian obat-obatan kimia ini bertujuan untuk menjaga mood penderita gangguan bipolar agar tetap stabil. Obat-obatan kimia ini juga akan membantu penderita agar tidak sering kambuh dan mendorong perbaikan pada sel-sel otak.
- Terapi psikoedukasi
Terapi ini dilakukan dengan memberikan pengertian kepada penderita gangguan bipolar agar mengenali gangguan yang dideritanya. Dengan lebih memahami gangguan yang dirasakannya, penderita bipolar diharapkan bisa lebih bersemangat untuk sembuh dan bisa mengantisipasi dorongan-dorongan negatif yang muncul dari dalam dirinya.
Tak hanya dengan mengikuti pengobatan saja, orang-orang yang berada di sekeliling penderita bipolar juga perlu mendukung pengobatan yang dilakukan. Nah, setelah mengetahui informasi mengenai gangguan bipolar ini, sebaiknya waspadai gejala bipolar pada pasangan Anda sejak dini agar pengobatan segera bisa dilakukan sebelum keutuhan rumahtangga terancam.
Simak juga artikel menarik yang satu ini : Pahami dan waspadai gejala biseksual.
