Sebagian kaum remaja putri dan wanita dewasa yang belum menikah mungkin pertanya-tanya, apakah masturbasi bisa merusak keperawanan gadis? Pertanyaan ini biasanya muncul dibenak mereka yang kerap melakukan masturbasi. Masturbasi sesungguhnya bukanlah sesuatu hal yang dilarang untuk dilakukan. Namun memang ada batas-batas yang harus dipatuhi agar tidak menimbulkan efek yang negatif.

Apa Itu Masturbasi?
Sebelum melangkah lebih jauh membicarakan masturbasi dan efeknya bagi keperawanan, ada baiknya dipahami terlebih dahulu apa sesungguhnya yang dimaksud dengan masturbasi ini. Masturbasi tak lain adalah tindakan yang dilakukan seorang wanita untuk memenuhi kebutuhan seksual dirinya sendiri.
Dalam hal ini, seorang wanita tidak membutuhkan pasangan untuk memenuhi keinginan seksualnya tersebut. Masturbasi dilakukan tidak hanya oleh mereka yang belum menikah tetapi juga oleh sebagian kaum wanita yang sudah menikah. Kegiatan masturbasi sesungguhnya sudah dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu yakni semenjak zaman Romawi kuno.
Meskipun wajar dilakukan oleh kaum wanita mulai dari usia 18 tahun hingga 60 tahun, tetapi banyak orang menganggap tindakan ini sebagai suatu tindakan yang menyimpang, menimbulkan dosa dan memalukan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, masturbasi yang dilakukan secara benar tidak menimbulkan efek negatif baik secara fisik maupun mental. Sebaliknya, masturbasi menimbulkan dampak positif bagi kesehatan. Dengan melakukan masturbasi, mood yang buruk bisa mengalami perbaikan, tidur menjadi lebih lelap dan mampu mengurangi stress.
Walaupun masturbasi wajar dan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan, namun sebaiknya kegiatan ini tidak dilakukan dalam frekuensi yang berlebihan. Sebab kebiasaan masturbasi berlebihan bisa menyebabkan masalah psikis. Seorang wanita yang kerap melakukan masturbasi cenderung memiliki pikiran untuk terus menerus melakukan tindakan ini. Untuk menghindari keinginan melakukan masturbasi sebaiknya alihkan pikiran ke hal-hal positif seperti menekuni hobi dan berolahraga. Hindari pula menonton film-film pornografi atau bacaan yang bisa merangsang pikiran untuk melakukan masturbasi.
Dampak Masturbasi Bagi Keperawanan
Kembali ke pertanyaan awal, apakah masturbasi bisa merusak keperawanan gadis? Keperawanan seorang gadis bisa rusak jika masturbasi dilakukan dengan memasukkan atau penetrasi dengan alat bantu. Misalnya saja dengan menggunakan vibrator, gagang sisir rambut, ujung sikat gigi dan alat bantu sejenis lainnya. Masturbasi dengan memakai vibrator bisa menyebabkan seorang wanita kelak tidak mudah mencapai kepuasan atau terangsang saat berhubungan intim dengan pasangannya. Sebab vibrator menjadi lebih memuaskan jika dibandingkan dengan Mr.P pasangannya.
Masturbasi relatif aman dilakukan dengan menggunakan jari tangan. Namun kebersihan jari tangan pun harus diperhatikan agar tidak terjadi infeksi yang berbahaya. Hindari kuku yang tajam dan memasukkan jari ke dalam organ intim. Gunakan pula pelumas yang aman bagi organ intim.
Selaput dara atau selaput keperawanan pada wanita memang tidaklah sama. Ada kaum wanita yang memiliki selaput dara yang lentur, tetapi ada pula wanita yang mempunyai selaput dara yang mudah robek. Karena itulah, sebaiknya kaum wanita yang sering melakukan masturbasi lebih berhati-hati untuk tidak memasukkan alat bantu ke organ intim yang nantinya bisa merusak selaput dara. Pada kaum wanita dengan selaput dara yang mudah robek, kegiatan tertentu seperti olahraga yang berat atau terjatuh bisa merusak selaput dara mereka.
Nah, dari penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa jawaban untuk pertanyaan “Apakah masturbasi bisa merusak keperawanan gadis?” adalah ya dan tidak. Rusaknya keperawanan bergantung pada cara masturbasi yang dilakukan oleh seorang wanita. Karena itu sebaiknya berhati-hatilah saat melakukan masturbasi dan kurangi frekuensi masturbasi agar keperawanan bisa tetap terjaga hingga tiba waktunya untuk menikah dan memiliki pasangan.
Simak juga artikel menarik yang satu ini : Berbahayakah masturbasi?
