Bolehkah Bercinta Saat Menstruasi? Gairah bisa datang kapan saja. Tak hanya pada kaum pria, kaum wanita pun merasakan gairah termasuk ketika sedang mengalami menstruasi. Menstruasi yang setiap bulan dialami oleh kaum wanita seringkali menjadi penghalang bagi hubungan intim suami istri. Menstruasi yang berlangsung selama empat hari hingga tujuh hari ini kerap membuat pasangan suami istri tidak sabar menantikannya hingga selesai agar bisa melakukan hubungan intim.

Banyak pasangan yang bertanya-tanya, apakah bercinta saat menstruasi boleh dilakukan ataukah tidak? Jika Anda ingin tahu jawabannya, simak jawabannya berikut ini.
Aturan Mengenai Berhubungan Intim Saat Menstruasi
Sebenarnya hubungan intim boleh saja dilakukan saat seorang wanita mengalami menstruasi asalkan masing-masing pihak merasa nyaman. Namun tentu saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berhubungan intim ketika menstruasi sedang terjadi. Berikut ini beberapa hal tersebut.
- Sebaiknya gunakan pelindung berupa kondom saat melakukan hubungan seksual ketika menstruasi sedang berlangsung. Penggunaan kondom ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penularan penyakit melalui kontaminasi darah menstruasi.
- Kaum pria perlu menghindari melakukan penetrasi secara kuat dan berlebihan sebab hal ini akan menimbulkan rasa nyeri pada rahim wanita.
- Demi kenyamanan, bercinta di saat menstruasi bisa dilakukan di kamar mandi di tengah guyuran air sehingga darah menstruasi akan segera terlarut bersama air.
- Hindari melakukan foreplay atau pemanasan dengan menggunakan tangan sebab hal ini bisa menimbulkan iritasi pada organ intim wanita.
- Setelah melakukan hubungan intim, sebaiknya segera bersihkan organ intim baik organ intim pria maupun wanita hingga benar-benar bersih.
Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, maka berhubungan intim saat menstruasi bisa dilakukan dengan lebih nyaman dan aman.
Efek Bercinta Ketika Menstruasi
Meskipun boleh dilakukan, namun berhubungan intim saat menstruasi memiliki sejumlah efek negatif. Efek negatif ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk tidak melakukan hubungan seksual ketika sedang haid.
- Efek negatif yang pertama adalah resiko terjadinya endometriosis. Resiko ini terjadi ketika darah menstruasi membalik ke arah rahim dan organ-organ tubuh lainnya karena hubungan seksual yang dilakukan. Selanjutnya darah menstruasi ini menimbulkan perlengketan pada tempat-tempat yang tidak semestinya dan tumbuh menjadi jaringan baru yang mengganggu. Munculnya endometriosis menyebabkan nyeri haid dan nyeri yang dirasakan saat melakukan hubungan seksual. Endometriosis bisa berkembang menjadi kista yang dapat mengganggu kesuburan.
- Efek negatif yang kedua adalah terjadinya infeksi. Resiko infeksi lebih besar karena hubungan intim saat haid berpotensi menimbulkan luka. Sebab pada saat menstruasi, seorang wanita akan mengalami penurunan hormon estrogen. Hal ini membuat vagina lebih kering sehingga mudah terluka. Selain itu sperma yang tidak bersih bisa masuk ke dalam rahim dan memicu terjadinya infeksi.
Waktu bercinta yang tepat adalah sekitar 14 hari sesudah hari pertama menstruasi atau sesudah siklus menstruasi. Pada waktu ini, klitoris pada organ intim wanita menjadi lebih peka pada rangsangan dan kaum wanita pun lebih mudah merasakan orgasme. Selain itu, di masa-masa tersebut resiko terjadinya infeksi sangatlah kecil. Pasangan yang ingin memiliki keturunan pun memiliki peluang untuk hamil yang lebih besar.
Nah, bercinta saat menstruasi memang tidak dilarang jika dilakukan dengan hati-hati. Namun memang sebaiknya tunggulah hingga menstruasi benar-benar selesai dan darah menstruasi tidak keluar lagi. Keadaan ini lebih aman dan menghindarkan dari berbagai resiko penyakit yang mungkin menginfeksi ketika melakukan hubungan seksual saat sedang menstruasi.
Simak juga artikel menarik yang satu ini : Tips mengatasi nyeri saat menstruasi.
